Link


ShoutMix chat widget

Alumni Trisakti Teken Petisi Penolakan Timur


"Kami tidak ingin jika Timur ke Belanda, dia ditangkap karena kasus HAM berat."

Sabtu, 9 Oktober 2010, 16:59 WIB
Arry Anggadha, Eko Huda S
Calon Kapolri, Komjen Timur Pradopo (Antara)
BERITA TERKAIT

VIVAnews - Alumni Universitas Trisakti menyesalkan penunjukan Komjen Pol Timur Pradopo oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon Kepala Kepolisian RI. Mereka mendesak SBY menarik pencalonan Timur karena dianggap terlibat dalam kasus penembakan mahasiswa Trisakti pada 12 Mei 1998.

"Kami yang terdiri para alumni Universitas Trisakti mendesak Presiden untuk menarik kembali Timur Pradopo sebagai calon kapolri, sampai terdapat kejelasan secara hukum tentang tragedi Trisakti Trisakti serta kejelasan peran Timur Pradopo di hadapan hukum," kata alumni Trisakti, Dedy Hariyanto, di Jakarta, Sabtu 9 Oktober 2010.

"Kami minta DPR untuk menunda pencalonan Timur Pradopo karena patut diduga terlibat kasus Trisakti."

Dia mengatakan, saat terjadi peristiwa yang menewaskan empat mahasiswa Trisakti itu, Timur Pradopo menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat. "Timur Pradopo berada di lapangan pada saat terjadinya pembubaran secara paksa terhadap mahasiswa yang berunjuk rasa secara damai di depan kampus Trisakti," kata dia.

Dia mengatakan alumni Trisakti akan mengirimkan petisi kepada SBY dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membatalkan pencalonan Timur. Hingga saat ini, kata dia, telah ada sekitar 250 alumni Trisakti yang menandatangani penolakan Timur. "Nanti saat fit dan proper test, kami bersama mahasiswa Trisakti akan melakukan aksi di depan gedung DPR," kata dia.

Sebenarnya, kata dia, alumni Trsisakti tidak mengatakan Timur Pradopo bersalah dalam kasus itu. Karena sampai saat ini Timur tidak pernah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Namun, kata dia, Timur harus mengklarifikasi posisinya dalam kasus itu. Karena, jabatan Timur pada waktu itu sebagai penanggung jawab keamanan di wilayah tersebut. Sehingga, jika terbukti benar-benar tidak bersalah, Timur akan terbebas dari tuduhan selama ini. "Kami tidak ingin kalau Timur ke Belanda atau Amerika Serikat, dia ditangkap karena kasus pelanggaran HAM berat itu belum diselesaikan," kata dia.

Timur sendiri beberapa waktu lalu mengatakan dirinya tidak bersalah dalam kasus itu. Bahkan, dia mempersilakan kepada siapa pun yang tidak puas dengan penanganan kasus Trisaksti untuk mengevaluasi kasus itu. "Saya kira itu kan proses panjang ya, semua bisa ngikuti. Jadi silakan dievaluasi," kata Timur saat dikinfirmasi keterlibatannya dalam kasus Trisakti. (umi)

• VIVAnews

Sun, 10 Oct 2010 @06:59


1 Komentar
image

Mon, 12 Sep 2011 @09:19

Coltin

Yeah, that's the tikect, sir or ma'am


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+2+8

Copyright © 2017 agoestry_902@yahoo.com · All Rights Reserved