Link


ShoutMix chat widget

Baret Ungu di Kepalaku


PDF Print E-mail
Written by konas menwa   
Tuesday, 04 January 2011 00:00

Banjarmasinpost.co.id - Senin, 3 Januari 2011

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - DI era orde baru hingga awal reformasi Menwa kerap jadi cibiran rekan sekampus terutama aktivis karena berbau militerisme. Sampai sekarang Menwa masih eksis. Ada baiknya kita cari tahu apa itu Menwa dari Sobat Kampusiana yang memilih gabung UKM satu ini.

Dalam situs Wikipedia disebutkan, Menwa singkatan dari Resimen Mahasiswa adalah salah satu komponen pendukung sebagai kekuatan sipil untuk mempertahankan negeri sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Menwa bermarkas di perguruan tinggi dan beranggotakan para mahasiswa yang terpanggil untuk membela negeri. Seperti militer mereka menggunakan simbol khusus berupa baret, warnanya ungu. Makanya, selain disebut wira, anggota Menwa kerap disebut personil baret ungu.

 

Salah satu Sobat Kampusiana yang memilih gabung Menwa adalah Mahasin. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP PGRI Banjarmasin ini tergabung dalam Satuan 608/Junjung Buih, nama markas Menwa di kampus di STKIP PGRI Banjarmasin.

"Sejak semester 1, aku sudah bergabung dengan organisasi ini. Bagiku bergabung Menwa banyak hal menarik diperoleh dan bisa dipelajari, jadi tidak hanya dari perkuliahan," jelasnya.

Ketertarikan Mahasin salah satunya karena waktu itu ada sebuah pengumuman yang isinya : "Jadilah Seorang mahasiswa yang tidak hanya bisa memegang pena, tetapi juga bisa memegang senjata, jika tertarik bergabunglah dengan kami,"

"Kalimat tersebut membuat saya menjadi penuh tanda tanya apa maksudnya, sehingga saya pun memutuskan bergabung," katanya.

Begitu masuk, rupanya kegiatan di UKM yang satu ini sesuai dengan jiwa Mahasin. Nggak salah, karena begitu menjiwai, kini pemuda yang sudah tujuh semester kuliah ini menjadi komandan di Menwa 608/Junjung Buih.

Diceritakan Mahasin, kegiatan di Menwa memang dekat kemiliteran. Anggota baret ungu semi militer dan dibimbing oleh para anggota dari TNI dan Polri. Banyak tantangan yang harus bisa dihadapi. "Malah saat ikut pelatihan, aku juga pernah diajarkan teknik bertempur serta teknik menggunakan senjata, sangat menarik bagiku," jelasnya.

Karena kekhususan Menwa itu dalam setiap kegiatannya terkadang muncul kesan, organisasi baret ungu ini UKM yang eksklusif. Anggotanya merasa memiliki kekhususan sehingga jarang mau berbaur dengan mahasiswa lainnya. "Saya kira nggak seperti itu. Anggota Menwa tetap membaur dengan mahasiswa lainnya. Namun yang perlu diingat harus memberikan teladan yang baik, misalnya sebuah kedisiplinan diri, misalnya menghargai waktu," ujar Komandan Satgas Menwa 602/Antasari IAIN Antasari, Ahmad Syahriadi. Ketertarikan Mahasiswa Semester Lima Ushuludin yang akrab disapa Adi ini memang awalnya karena ada kemiliteran di Menwa. Setelah gabung, Adi merasakan banyak manfaat lain yang diperoleh terutama kedisiplinan dan tanggungjawab. Karena tanggung jawab Menwa juga juga adalah menuntut ilmu, maka prestasi kuliah jangan sampai dilupakan. Sesibuk apapun tetap harus rajin belajar. Contohnya IP-ku juga semakin bagus. Aku bangga gabung Menwa," katanya.

Kerasnya latihan Menwa memiliki kesan macho. Lantas adakah mahasiswi yang tertarik bergabung di Menwa? Jangan salah, banyak juga lho mahasiswi yang memilih gabung baret ungu. Ratna Sari contohnya. Begitu banyak UKM di kampusnya, Mahasiswi Semester tiga Jurusan Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin ini memilih gabung Menwa. Tidak ada salahnya cewek gabung Menwa. Aku enjoy di sini, tidak hanya latihan fisik tetapi juga tetapi juga belajar mengenai wawasan kebangsaan dan nasionalisme. Coba aku gabung UKM lain, mana pernah dapat kesempatan latihan menembak bahkan membongkar senjata M-16," ujarnya bangga. Lebih dari itu, Ratna mengatakan, bergabung Menwa merupakan bekal untuk memasuki dunia kerja. Sebab katanya, persaingan kerja begitu ketat, dan kebanyakan institusi menuntut disiplin kerja pegawainya. "Kalau kedisiplinan akan pupuk sejak sekarang maka nanti masuk dunia kerja, apalagi tuntutan disiplin begitu tinggi aku tidak kaget lagi," tandasnya.

 

Tue, 25 Jan 2011 @22:41


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+6+0

Copyright © 2017 agoestry_902@yahoo.com · All Rights Reserved